beritadunesia-logo

Pantai Kalaki, Hidupkan Ekonomi Masyarakat

Pantai Kalaki yang dulunya tempat melepas ternak dan pembuangan sampah, kini dipermak menjadi lokasi wisata yang sangat diminati. Ke depan, lokasi wisata itu akan dipoles hingga mendatangkan manfaat bagi masyarakat sekitar. \"bima_kalaki\"
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bima, Drs Zaidun Abdul Hamid, BE, mengatakan dengan fasilitas yang masih minim saja, saat ini Kalaki sudah mampu menarik minat wisatawan, bahkan dari Dompu. Pemerintah telah menyiapkan dana untuk membangun berbagai fasilitas lainnya, seperti kolam renang, pembelian jet ski, dan lainnya.
Lokasi tersebut, kata Zaidun, nanti bukan saja sebagai tempat pemandian seperti yang dilakukan pengunjung selama ini, melainkan menjadi pusat olahraga renang. Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah nanti akan menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar yang selama ini bergantung pada berkebun dan melaut.

Saat ini saja, katanya, nilai ekonomisnya sudah dapat dinikmati oleh masyarakat sekitar. Tidak hanya masyarakat Panda, tetapi masyarakat Palibelo pun kecipratan rejeki. Karena setiap orang yang berkunjung ke pantai tersebut sebagian besar mampir untuk membeli bandeng.
\"Pembangunan ojek wisata itu bukan mimpi, tetapi kenyataan yang akan diwujudkan,\" ujar Zaidun lewat saluran telepon, Senin (17/11).
Dia menghimbau masyarakat sekitar agar tidak membuang sampah sembarangan di lokasi tersebut. Selain karena itu tempat wisata, juga karena jalan negara. Dia mengapresiasi para pengusaha yang telah berinvestasi dalam penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung objek wisata itu.
Saat ini, katanya, para pemilik modal berpacu untuk menanam sahan menyediakan sarana-sarana itu. Sebelumnya, hanya perahu nelayan yang mengais rejeki di sekitar itu, disusul kano. Sekarang jet ski pun telah ada. \"Tinggal nanti pemerintah kan menambah lagi fasilitas itu. Dia melihat fasilitas yang ada masih kurang dibanding pengunjung yang ada. Untuk mendapatkan giliran harus menunggu berjam-jam,\" katanya.
Diakuinya, pengembangan objek wisata jika tidak didukung oleh pengusaha yang hendak berspekulasi, perkembangannya akan lambat. Untuk itu, dia menghimbau pemilik modal agar berlomba mengembangkan tempat wisata tersebut. \"Berjulan tidak mesti harus di pasar, dimana pun bisa,\" ujarnya. (BE.18). (sumbawanews.com)

 

www.bimakab.go.id